Benarkah membangun jembatan perlu tumbal kepala manusia ? ternyata sejarahnya seperti ini ……

Choirilmoto.com

Hello sobat semua dimanapun anda berada, saat saya masih kecil di kampung itu terasa mencekam dikala ada isu penculikan jaman dahulu. Pernahkah mendengar cerita tentang penculikan orang sebagai tumbal untuk pembangunan jembatan atau yang lainnya? Jika iya berarti kita seumuran. Bicara mengenai tumbal manusia untuk membuat jembatan ternyata begini ceritanya ……………..

Jaman dahulu ada isu penculikan yang dilakukan oleh orang tak di kenal kemudian tidak balik lagi dengan asumsi orang jaman dahulu katanya buat tumbal pembuatan jembatan supaya jembatannya kuat dan tidak runtuh. Banyak yang percaya akan mitos itu walau kenyataanya memang belum bisa di percaya / di buktikan. Anak kecil kala itu tidak boleh main jauh-jauh takutnya di culik oleh orang tak di kenal.

Menurut sumber ternyata begini kronologinya, jadi pembuatan jembatan itu sudah di mulai sejak jaman penjajahan belanda dari jaman dahulu. Perlu di ketahui kalau jembatan-jembatan atau bangunan yang di bangun oleh belanda seakan-akan sangat kuat dan kokoh, tidak perlu di perdebatkan lagi. Hingga membuat orang pribumi ( orang asli Indonesia ) terheran-heran akan hal ini pada masa itu.

Sehingga karena begitu antusiasnya orang pribumi ada dari salah seorang bertanya kepada meneer yang sedang membangun sebuah jembatan pada saat itu. Perbincanganpun kurang lebih seperti ini :

Pribumi : “Wahai meneer bolehkah kami tahu rahasia bagaimana membuat jembatan agar bisa kuat seperti yang engkau buat? Dengan sambil menunjuk kepala seorang pribumi meneer pun menjawab : “Dengan itu “ Hal ini sontak membuat takut pribumi tersebut kemudian meninggalkan sang meneer. Dia ketakutan berpikir kalau untuk membuat kuat jembatan adalah dengan kepala manusia atau bisa di bayangkan kepala manusiasebagai tumbalnya.

Kemudian orang pribumi tersebut memberitahukan kepadayang lain dan menjadi isu yang berkembang seperti kejadian di atas. Padahal kejadiannya memang tidak seperti itu karena sesungguhnya saat meneer menunjuk kepala seorang pribumi bermaksud menjelaskan kalau mereka membuat jembatan yang kuat dengan pakai otak ( berpikir ) bukan mengumpulkan kepala manusia sebagai tumbalnya.

So jadi begitulah kejadian yang bisa dikatakan isu jaman dahulu yang salah diartikan orang karena belum paham penjelasannya. Jadi informasi yang masih mentah tidak perlu di telan mentah-mentah dan di cari tahu dulu asalmuasalnya.

 

Salam olahraga

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*