Cara melepas helm saat kecelakaan yang benar

Choirilmoto.com

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Kecelakaan di jalan raya adalah salah satu penyumbang kematian manusia yang patut di waspadai, siapa sich yang pengen kecelakaan di jalan tentunya tidak ada yang mau. Namun yang namanya apes seseorang tentu tidak bisa di hindarkan lagi karena memang sudah garisnya mau di apakan lagi tentunya harus sabar. Kali ini saya akan memberikan tips tentang bagaimana cara melepas helm saat kecelakaan yang benar.

Kecelakaan di jalan raya tidak bisa di hindarkan karena banyak penyebabnya entah itu dari kesalahan manusianya ataupun dari kendaraan dan jalan. Yang paling fatal biasanya kecelakaan roda dua ( sepeda motor ) karena tubuh manusia yang langsung terkena hantaman dari benda keras yang bisa mengakibatkan cidera luka parah hingga bisa meninggal dunia. Jika mendapatkan atau menemukan kecelakaan kendaraan roda dua dan penumpangnya bagaimana cara menanganinya?

Menolong korban kecelakaan memang gampang-gampang susah, namun harus mengetahui teknik yang benar agar tidak membuat luka korban semakin parah karena pertolongan. Yang pertama di lakukan kepada korban kecelakaan sepeda motor biasanya melepaskan helmnya terlebih dahulu untuk melakukan pertolongan segera. Melepaskan helm korban kecelakaan harus dengan tenang dan hati-hati dan sebaiknya harus di lakukan lebih dari satu orang yang bertugas untuk melepas dan memegang kepala korban.

Adapun cara melepas helm kecelakaan yang benar adalah sebagai berikut tahapannya ;

  1. Penolong pertama mempertahankan “in-line immobilisation leher” dengan mempertahankan helm, kepala dan leher menjadi satu kesatuan. Kedua ibu jari memegang helm pada sisi kanan dan kiri, sedangkan jari-jari lainnya memegeng kedua sudut dagu.
  2. Penolong kedua melepas tali pengikat helm, jika perlu dapat dipotong untuk mempercepat upaya pertolongan.
  3. Penolong kedua mengambil alih fungsi penolong pertama untuk mempertahankan leher dalam “in-line immobilisation”.Caranya dengan menyangga dagu dengan jari-jari tangan kanan, ibu jari disudut kanan sedangkan jari-jari lainnya pada sudut kiri dagu. Tangan kiri mempertahankan kepala dengan menyangga kuat daerah belakang kepala diatas leher(daerah Occipital). Dengan cara ini diupayakan kepala dan terutama leher tidak bergerak waktu helm dilepas.
  4. Penolong pertama sekarang leluasa melepas helm setelah penolong kedua mengambil alih fungsinya. Harus diingat kalau helm berbentuk seperti telur, sehingga cara yang aman untuk melepas helm adalah dengan melepaskannya ke arah samping sehingga daun telinga terbebas dan tidak tersangkut.
  5. Setelah helm terlepas, penolong pertama diatas kepala korban menggantikan peran penolong kedua, menerima kepala penderita dan mempertahankan posisinya dengan menggenggam kepala mencengkeram kedua telinga korban. Posisi ini dipertahankan sampai “spine board” dan “collar brace” dipasang.

Nah begitulah cara mempraktekannya jangan sampai salah dalam melakukan penanganannya walaupun memang niatnya baik. semoga berguna ……………..

sumber : di sini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*