BPJS Haram? Ini alasanya

bpjs kesehatan

OrongOrong.com

Hello sobat semua dimanapun anda berada. Anda mempunyai BPJS? kebanyakan pasti iya punya apalagi yang kerja di kantor-kantor karena setiap karyawan di wajibkan punya BPJS, entah itu paksaan atau tidak namun memang wajib. Sebenarnya ane juga sudah punya semenjak BPJS kesehatan pertama kali di perkenalkan karena memang kewajiban karyawan di kantor saya harus daftar BPJS.

bpjs-calon-bayi

Nah ada kabar mengenai BPJS yang di katakan Haram hukumnya, lho kok bisa begitu? begini penjelasanya. Menurut Ketua Bidang Fatwa MUI Ma’ruf Amin berpendapat bahwa BPJS kesehatan yang tak sesuai syariah adalah bunga. Dan bunga dalam hukum islam adalah haram. Maksudnya jika seorang peserta BPJS bayar telat terus di kenai denda / sangsi / bunga sudah termasuk haram. itu patokanya menurut Ma’ruf Amin.

“Ya menggunakan bunga, indikatornya bunga,” kata Kiai Ma’ruf Amin, menjelaskan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V Tahun 2015 di Tegal, Jawa Tengah, beberapa hari lalu.

Saat ditanya apakah BPJS Kesehatan yang sekarang ini dijalankan harus dihentikan, Kiai Ma’ruf menjawab solusinya harus segera dibuat BPJS Kesehatan yang syariah.

“Harus dibuat yang syariah. Harus ada BPJS yang syariah, yang diloloskan (syarat-syaratnya) secara syariah,” jelasnya.

Dalam posisi ini, lanjutnya, MUI akan ikut menjalankan perannya membantu pemerintah menelurkan BPJS Kesehatan beserta produk-produknya yang sesuai dengan syariah. “Ya nanti kan dibuat bersama dengan produknya yang syariahnya, sesuai fatwa MUI,” pungkasnya

Waduh ternyata ada haramnya juga. weleh-weleh, bagaimana menurut anda?

sumber ; PRFM News chanel

bpjs

======================================================================

Bila ada yang ingin melihat berita terbaru dan bersilaturahmi dengan ane bisa contact di bawah ini ;

Blog alternatif ; http://ongolongol.com/

email ; sarikurnia980@yahoo.com

facebook ; muh. choiril huda

twitter ; @choiri123

bbm ; 7559ed74

contact ; 08568622244

39 Comments

  1. Saya nggak ikut… Sudah haram karena berhubungan dengan riba…. ditambah harus menguji kesabaran ketika harus rawat inap…. Mulai dari urus loket sana-sini, pelayana yang menyebalkan dan penanganan yang seenaknya… Hhhmmmm…. Banyak pengguna BPJS yang mendapat perlakuan kuran mengenakkan dari pegawai pelayanan kesehatan….

  2. Ini sudah berita basi, yang namanya bunga(riba) dalam bentuk apapun itu pasti haram, tapi kalo di jaman sekarang tidak adanya buanga dunia tak kan jalan contohnya Bank setiap kita pinjam/menabung pasti ada bunganya la kalo tak ada bunganya siapa yang gaji pegawainya
    Intinya jika Bpjs membatu atau meringankan kehidupan di saat kesulitan itu lebih baik, dari pada mempersoalkan dosa riba cuma yang 2persen sisanya lebih banyak baiknya yang 98persen, jadi tak masalah jika ada BPJS

  3. Kalo udara yang terkontaminasi serbuk sari dari bunga yg tertiup angin, maka oksigenpun akan diharamkan juga oleh MUI

  4. pengalaman orang tua saya pake BPJS. Alhamdulillah besar sekali manfaatnya. biaya rumah sakit yg berjuta-juta jadi gratis. pelayanan di RSUD memang kurang bagus. setelah dipindah di RSUP baru terasa pelayanan yg setara pasien biasa (tanpa BPJS).
    dilihat manfaatnya saja… jangan ragu untuk ngurus BPJS dah.. 🙂

  5. INGAT. klo tranfusi darah, jgn lgsg mau.
    jgn” d kasih darah org haram.
    dosa hukumnya menerima darah org haram [tapir].
    meskipun ente udh kritis butuh darah, pokoknya hrus pilih darah halal dlu.

  6. ada 2 hal saja. benar atau salah. tergantung kaca mata siapa. kalo kaca mata tuhan pencipta alam, sudah jelas nabi dan ulama akan bertanggung jawab menjelaskan kepada umat. hal itu baik menurut kita, belum tentu baik menurut allah. *bpjs banyak majelis yang telah membahasnya. bukan saja ada riba, tapi akad bpjs kudu diperbaiki. kalo memang berasas gotong royong ya apa bedanya dengan sumbangan. justru akad sumbangan itu harus diperjelas. maslah sepele tapi bisa rusak, membuat keraguan dan keharaman.

  7. **kalo menurut islam yang murni loh ya, akad harus jelas sejelasnya, jangan digabung dan samar, maka konsep sumbangan (galang dana) adalah yang benar.

    kalo pun tetap menggunakan konsep asuransi, maka ga ada istilah untung di salah satu pihak. susah terwujud dari konsep asuransi barat. asuransi islam ya ibarat tabungan saja. tidak lebih. jadi asuransi ibarat pengaman uang saja.

    ***kasihan pemerintah nasional kita sedang kerepotan. padahal banyak contoh jaminan kesehatan (bukan asuransi) yang dibuat pemerintah kota. rakyat kecil sudah menikmatinya. cuman tergantung manajemen saja. kan intinya pemerintah punya duit, lalu membantu rakyatnya yang sakit. kek jakarta sehat. tidak ada biaya premi.

    ****kalo tetap ingin konsep asuransi barat, maka mustahil ada pihak swasta mau rugi sewaktu-waktu untuk membuat akad bahwa jika pasien sakit akan ditanggung semua biaya pengobatannya.

    konsep galang dana paling masuk akal. atau jaminan kesetan pemerintah yang tepat sasaran tadi.

    *****ayah pensiunan PNS, gajinya saya perhitungkan sudah 100-an juta dipotong untuk ASKES alias BPJS. tapi saat berobat ayah saya tidak mungkin diberi obat generik, karena memang pada generik ga ada dibuat obat itu. akhirnya obat paten yang mahal tidak pernah ditanggung. selidik punya selidik (entah benar atau tidak, masih katanya) ternyata hal itu dipengaruhi kebijakan dari RS kita berobat. ada yang mau menanggung separonya, seperempatnya, atau tidak. jadi karena RS di kota saya semuanya tidak menanggung, ya premi asuransi ayah saya nyaris ga ada gunanya.

  8. ane cuma minta satu saja, pencairannya ke pihak penyedia layanan kesehatan dicepetin, kalo perlu kasi saldo buat rakyat, kasihan saudara-saudar kita yg berobat pakai BPJS, banyak ditolak-tolak rawat inap
    bagi rakyat juga jangan makin manja, lihat sekarang RS swasta jadi kayak pasar, tau tau pada sakit semua
    ane tiap bulan iuran 300k gan buat BPJS ini, jadi kalo rakyat yg lain pada iuran 20k mbok ya ojo telaaaat…kan demi kepentingan bersama…gotong royong

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*