Pembatasan usia kendaraan apakah akan menjadi solusi?

jakarta macet

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Sejak gubernur jakarta banyak sekali kebijakan yang sangat ekstreem sekali nich. bermula dari jalan protokol yang tidak boleh di lewati sepeda motor dan katanya akan di perluas berarti keberadaan motor di jakarta sangat terancam. Kini ada kebijakan baru yakni akan adanya pembatasan usia kendaraan terutama mobil yang sudah berumur 10 tahun akan dilarang melintas di ibukota.

Wis jian mumet tenan iki, beginikah cara mengatasi kemacetan di ibu kota dengan mengorbankan kendaraan pribadi meskipun transportasi umum belum di benahi secara maksimal. Lha kok melarang se enaknya namun tidak menyiapkan fasilitas dulu, bagaimana coba?

images (3)

“Jika diberlakukan pembatasan usia kendaraan 10 tahun, maka jumlah kendaraan itulah yang akan terkena kebijakan. Kalau yang dibatasi hanya kendaraan ber-STNK DKI,” ujar Kombes Pol Martinus di Polda Metro Jaya, Selasa (20/1/2015).

Sebenarnya kebijakan seperti juga ada kelemahanya, yakni bayangkan saja yang mempunyai mobil tua ( motuba ) juga akan menjual terus uangnya buat beli mobil baru lagi ya sama saja penuh juga jalanan ibu kota. Kenapa beli mobil lagi, ya karena kalau beli sepeda motor jelas sudah tidak memungkinkan lagi kalau banyak jalan ibukota dilarang untuk sepeda motor.

macet

Hal ini sepertinya akan menguntungkan produsen mobil saja karena mobil yang baru keluar dari pabrik akan menjadi incaran banyak orang. Atau memang jelas ada kerjasama antara produsen otomotif dengan pihak pemprof DKI tapi ah sudahlah………………… jangan di kait-kaitkan ini itu. Bila ingin membuat larangan coba di buat solusinya dulu yakni benahi transportasi umum dulu yang aman, nyaman, tepat waktu dan murah.

Ane sendiri bila naik sepeda motor ke tempat kerja menghabiskan BBM Rp.5.000 saja untuk pulang pergi sedangkan bila naik kendaraan umum karena harus 2 kali naik ya pulang pergi bisa Rp.16.000 coba bandingkan dengan kendaraan sendiri, waktu bisa di atur kalau kendaraan umum bah………….. bisa tua di jalan. monggo yang mau memberikan opiniya

salam kebo putih

18 Comments

  1. SOLUSI NYA JANGAN BANYAK YG MERANTAU KE JAKARTA.
    Spy gak macet org2 dr daerah dibatasi atau dikurangin utk cari kerja/adu nasib. Liat Jkt thn 90 an dgn skr pasti beda jauh krn jumlah penduduk JKT makin tahun makin bertambah. Ibarat rumah dulu cuma berdua dgn istri lalu dgn adanya anak, ipar, mantu, besan dan cucu apakah bisa lebih nyaman, lega dan besar?? Masuk akal dan logika kan??
    Yg jelas sudah pasti 100000% orang2 yg merantau gak mau dpulangkan ke kampung halaman krn mereka masih ingin merantau atau cari kerja jd WAJAR KLO TIAP THN JKT TAMBAH MACEEEETT

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*