Fenomena bloger jemuran

bloger jemuran

Hello mas mbak ( apa ya ora mudeng dapat saran dari Plat-R katanya suruh ganti ) pembaca setia di warung ecek-ecek ini semoga tidak jenuh dengan tulisan yang seadanya karena namanya juga warung sederhana ya apa saja dimasukan. Akhir-akhir ini memang sering mendengar dari para komentator di warung blog terkenal di indonesia dengan sebutan ” Bloger Jemuran “. Entah siapa yang memulai dengan kata itu yang biasa orang menyebut nama itu bagi para bloger yang menjemur / meninggalkan jejak dengan link blog nya.

Sebenarnya awalnya ane sendiri sedikit risi dengan kata itu karena ane sendiri merasa bahwa ane termasuk dengan bloger jemuran lho. tidak bisa dipungkiri memang warung akan ramai jika kita sering mampir ke warung lain dan tak lupa berkomentar memberikan ide atau gagasan yang di bahas oleh si punya warung dan juga tak lupa dengan meninggalkan link juga dengan maksud siapa tahu ada orang yang pingin mampir juga ke warungnya.

Kalau di warung ane sich mau meninggalkan jemuran berapa saja ya monggo wong ane juga sering meninggalkan jemuran di warung-warung yang lain. Ini sebagai upaya untuk saling mengenal dan memperkenalkan warungnya yang mungkin belum terkenal bila dibanding dengan para bloger fenomenal papan atas.

Tidak ada kan yang namanya bloger papan atas meninggalkan jemuran di warung lain dengan maksud agar bisa mampir diwarungnya sendiri. Toh ini juga tidak ada aturanya kalau menjemur dilarang oleh operator/pemilik warung dan sah sah saja yang penting kan tidak merugikan orang lain. Lha kalau kita berkarya dalam sebuah tulisan di upload kan dengan maksud agar orang pada tahu, kalau tidak ingin orang tahu kan tidak harus di upload.

So buat ane bloger jemuran sich tidak masalah, sah sah saja dan tidak ada laranganya bahkan haram hukumnya. keep bloging and safety riding. monggo di seruduk.

enakan jadi petani daripada bloger

salam kebo putih

59 Comments

  1. njemur sih njemur tapi kok komentarnya cuma “absen mbah” dibawahnya njemur langsung 2-3 artikel ..nggak apa2 cuma nggak etis aja.keliatan banget blog ecek2nya
    setidaknya berikan komentar yg berkualitas baru njemur

  2. haha, curcol ki ceritane.. nitip jemuran ya ngak papa to mas kalau yang punya rumah ngak keberatan tapi kalau udah kering ndang dientasi gek gantian ro liyane… kae BHne seh cemantol #Upss

  3. jemur di blog nggak masalah.. malah enak bisa blogwalking.. 😀
    cuma kalo njemur di semua grup fb yg diikuti itu memenuhi beranda je.. apalagi kalo jemuran dan grupnya sama sekali nggak nyambung.. wkwkw

  4. Intinya…. Sesama blogger gak boleh bersikap dan gak boleh berperilaku profesional dan yg komen mayoritas gak nyambung dgn isi artikel krn para blogger intinya komen hanya sepatah 2 patah lalu titip jemuran, dimana letak profesional nya??
    Supaya disenengin sesama blogger komennya harus nulis JOZZ, PERTAMAX, PODIUM, PUJA PUJI, DUKUNG/PRO, SEPENDAPAT DG YG NULIS ARTIKEL, GAK BOLEH PAKAI LOGIKA/RASIO, DLL. Klo dipikir scr logika ini sm aja dgn pembodohan krn hanya mau apa kata diri sendiri dan org2 internal (sesama blogger atau sesama komentator yg itu2 aja org nya).
    Klo hanya ingin sekedar mendapat puji2 an ataupun komen dr sesama blogger ato komentator yg itu2 saja knp tdk dibuat forum khusus spy yg komen org nya itu2 aja gak ada org luar, saya jamin 100000% para blogger gak akan mau krn mereka semua mengharapkan byk pengunjung lalu dr makin byk nya pengunjung para blogger mengharapkan uang tp semua itu ditutupi2 in dgn cara yg halus (pakai alesan klasik bilang hobby nulis) pdhl memang MURNI NYARI UANG. Klo memang tdk murni nyari uang pasti berani bikin forum khusus para blogger yg isi anggotanya sesama blogger dan komentator nya itu2 aja, apakah ada yg berani???? 1000000000% SAYA SANGAT YAKIN GAK AKAN ADA YG BERANI DAN TULISAN SAYA BISA DIBUKTIIN

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*